Fitur Aplikasi InfoKes
a. Web Based Application
Pengembangan aplikasi berbasis website / web based application yang mempunyai kelebihan dalam meningkatkan kemudahan implementasi dan efisiensi waktu serta biaya terintegrasi data antar aplikasi server pusat dengan aplikasi yang diimplementasikan di setiap client tanpa proses installasi yang rumit.
b. Format pelaporan data bisa di ubah secara dinamis ( Admin Setup)
Aplikasi disertai fasilitas administrator / setup yang bisa mengatur konfgurasi aplikasi secara dinamis. Sehinga setiap penggantian atau perubahan format peloran yang sudah ada dapat dilakukan dengan cepat dan praktis oleh admin tanpa harus bergantung pada pihak pengembang software. Fasilitas administrator ini secara otomatis bisa mengintegrasikan pelaporan setiap puskesmas dan secara online.
c. Setiap puskesmas memiliki aplikasi offline yang terintegrasi secara online dengan Kabupaten/Kota.
Untuk efisiensi biaya operasional setiap puskesmas, aplikasi harus diimplementasikan dalam 2 versi yang saling berhubungan:
Versi Offline :
Aplikasi sistem informasi kesehatan versi offline akan diinstall di setiap puskesmas dan akan digunakan rutin sebagai media imput data. Setelah hasil input tersebut divalidasi oleh kepala puskesmas, selanjutnya data akan dikirimkan secara online melalui jaringan internet ke server kab/kota.
Versi Online :
Aplikasi sistem informasi kesehatan versi online akan diinstall di kab/kota untuk dijadikan sebagai tempat pengumpulan data setiap puskesmas. Data ini selanjutnya akan di rekap untuk menjadi laporan dinas kesehatan kab/kota dan akan dikirimkan ke tingkat propinsi secara online melalui jaringan internet.
d. Monitoring Secara Bertingkat
Data hasil pelaporan tersebut dari puskesmas dan kab/kota bisa dimonitor secara online melalui website tersebut. Sehinga admin dengan mudah memantau kinerja dan pelaporan masing-masing puskesmas.
e. Pencatatan palaporan secara otomatis
Hasil entry pelaporan secara otomatis bisa di lihat dan di print out oleh kab/kota secara otomatis. Sistem ini akan memberikan percepatan penyampaian informasi data apabila hardcopy dibutuhkan oleh pengambil keputusan.
f. Memiliki interface khusus untuk transfer data antara puskesmas, kabupaten, propinsi dan pusat melalui website
Hasil update data offline dari masing-masing puskesmas bisa dikirimkan secara langsung menggunakan interface website, sehinga dengan meng-klik tombol send maka secara otomatis data bisa terkirim ke kab/kota dan dapat direkap dan dicetak ulang untuk menyatukan data masing-masing puskesmas.
g. Form Style Format
Untuk memudahkan sosialisasi dan implementasi aplikasi sistem informasi kesehatan maka aplikasi ini menggunakan metode format entry data yang mirip dengan format pelaporannya, sehingga tenaga entry data tidak mengalami kesulitan pada saat sosialisasi. Karena berdasarkan pengalaman sebelumnya dengan SP2TP versi lama, proses untuk mengentry data bisa memakan waktu sampai 20 hari. Target adanya sistem ini diharapkan proses implementasi dan training tenaga operasional bisa berjalan jauh lebih cepat.
h. Admin bisa melihat pelaporan data setiap puskesmas Setiap data yang sudah di update oleh setiap puskesmas bisa di lihat secara cepat dan berkala oleh tenaga admin kab/kota. Sehinga dengan fasilitas ini, kita bisa melakukan pemantauan data yang ada di setiap puskesmas yang terlah di kirimkan ke kab/kota secara interaktif dan bisa menjadi justifikasi dinas kesehatan kab/kota untuk menegur puskesmas yang tidak rutin melakukan update data.
i. Memiliki fitur / indikator berupa warna dan tanggal hasil update data.
Hasil update data akan di tampilkan dengan indikator warna dan tulisan yang bisa secara mudah dilihat oleh admin untuk memantau informasi dan pergerakan data yang sudah masuk.
j. Update History
Memiliki proses update history untuk melihat data-data yang sudah masuk sebelumnya dari tahun dan bulan yang sudah lewat. Data tersebut bisa juga dibackup sebagai data history permanen.
k. GIS ( Geographic Information System)
Aplikasi memiliki faslitas GIS yang terdapat di kab/kota, dengan fitur GIS tersebut, kita bisa melihat lokasi dan posisi masing-masing puskesmas yang tedapat dalam wilayah dan jangkauan . Bentuk GIS menggunakan peta statis dan bisa diupdate secara dinamis. Selain itu lokasi setiap puskesmas dapat secara otomatis di tentukan dengan letak GPS . |